Hananonanohoi's Blog

November 12, 2010

a hope a loneliness

Filed under: hanankirioke — hananonanohoi @ 9:18 am

A Hope, A Loneliness

by Hanan Kiri Oke on Wednesday, 04 November 2009 at 15:33
A hope is a lonelyness for me. Ketika aku banyak berharap kenyataan yang harus kuhadapi adalah kesendirian. Ketika aku sudah menyusun rencana beberapa tahun ke depan aku harus menghadapinya sendiri. Itu dua tahun lalu. Ketika aku tau mereka berdua telah pergi ke alam sana. Dia adalah lelaki yang sangat sering kuceritai sesuatu yang kuharap jadi rahasiaku. Dia itu kakakku. Seorang laki-laki 18 tahun seharusnya. Tidak, dia memang 18 tahun. Hanya saja ia tak lagi di depanku saat dia merayakan ulang tahunnya yang ke 17, 18, 19, dan seterusnya. Atau mungkin hanya aku yang tak mampu lagi melihatnya. Dan dia yang satu lagi adalah bapakku. Seorang yang kini telah 47 tahun lahir di dunia. Bapak yang tidak pernah kulihat letih meski harus menghadapi aku dan semua kenyataan hidup yang menyebalkan. Dia selalu mendengar curhatanku yang kini aku tak tau harus katakan semua itu pada siapa.
Bapakku adalah orang yang selalu mengokohkanku. Dia tidak sering protes meskipun aku pasti telah membuatnya ingin memaki. Dia, bapakku, adalah orang yang sekarang membuatku iri saat aku lihat teman-temanku bermanja pada bapaknya atau bercerita tentang bapakknya. Sudahlah.
Aku kini mulai berlari lagi meski terkadang aku terengah dengan keadaan ini. A hope is always become a lonelyness for me because i can’t make it true as well as i want. Tapi itu bukan sebuah kebuntuan. Aku ingin itu semua sekarang atau nanti akan jadi kenyataan sebaik yang aku mau.
Kini aku sudah menyusun sebagian rencanaku yang berantakan itu menjadi rapi kembali dan kucoba untuk membuat mereka menjadi nyata. Meskipun harapan-harapanku nanti akan jadi kesendirian lagi aku sudah tidak peduli. Kalau Cuma sekadar sendiri saja aku sudah tahan. Aku ini sudah seperti jalan raya yang selalu akan sendiri dan menahan semua tekanan dan olok-olokan benda lain. Aku sudah bisa lebih tahan dari yang dulu. Aku mulai punya lagi kepercayaan diri yang dulu hilang. Bahkan sekarang aku mulai mendapat kepercayaan yang sepertinya itu mustahil untuk anak seumuranku. Aku tidak begitu yakin dengan kepercayaan itu. Tapi aku harus bagaimana. Mungkin sebaiknya kucoba. Bukankah aku tidak tau jika aku tidak mencoba.

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: